Nurkholis Kunjungi Zarkasih-Hatta

PALEMBANG, SRIPO — Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Kamis (21/1) siang, membezuk Prof Dr Zarkasih Anwar SpAK (60) dan Dr M Hatta Ansori SpOG (61). Kunjungan ini untuk menyaksikan kondisi keduanya yang saat ini menjadi tahanan terkait dugaan korupsi di lingkungan Fakultas Kedokteran Unsri.

Kunjungan ini untuk mengecek kesehatan Zarkasih dan Hatta, menyusul laporan Tim Advokasi Unsri selaku kuasa hukum keduanya. Kedua dokter spesialis ini dituduh dan dijadikan tersangka dalam kasus penyalahgunaan wewenang pengelolaan dana PNPB (Penerimaan Negara Bukan Pajak), di Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) FK Unsri. Kejati Sumsel sudah melimpahkan berkas kPN Palembang, untuk segera disidangkan.

“Tragis…,” kata Nurkholis SH LLM, anggota Komnas HAM yang mantan direktur LBH Palembang terdengar bergumam. Komentar singkat tanpa disertai penjelasan maksudnya, setelah ia memperoleh gambaran kondisi kesehatan kedua dokter tersebut.

“Kita ingin melihat kondisi kesehatan keduanya, tanpa bermaksud mencampuri otoritas hakim. Ada alasan, yuridis maupun kondisi fisik, untuk menyarankan agar keduanya diberi kesempatan berobat. Dengan pertimbangan usia lanjut, dan alasan kemanusiaan, sepatutnya ditangguhkan penahanannya,” ujar Nurkholis SH LLM, Tim Advokasi melaporkan status penahanan terhadap keduanya, yang dinilai mengabaikan hak-hak tersangka yang harus dilindungi secara hukum. Surat pengaduan disampaikan Nazori Doak Achmad dan Anhar, dua dari 10 advokat yang tergabung dalam Tim Advokasi Unsri di kantor LBH.

Didampingi Tim Advokasi, Nurkholis mengunjungi Hatta yang menjalani perawatan di RS Moehammad Hoesin. Seperti diberitakan harian ini kemarin, Hatta Ansori yang Direktur PPDS FK Unsri, sejak Rabu malam dilarikan ke rumah sakit dari Rutan Merdeka, akibat kondisi kesehatannya drop. Suhu tubuhnya tinggi dan diduga (suspect) terjangkit demam berdarah, dan ketika dikunjungi selang infus dan selang oksigen masih terpasang di tubuhnya.

Saat dikunjungi di samping pembaringan ruang perawatan khusus, Hatta tak terlihat membuka mata. Ketika Nurkholis membisikkan kedatangannya dan memperkenalkan diri, tiba-tiba Hatta menangis. Tak ada kata-kata yang keluar dari mulutnya, kecuali air mata mengalir dari kelopak matanya yang tertutup.

Hatta hanya menganggukkan kepala ketika master lulusan Chulalangkorn University (Thailand) ini. Bahkan ia tak mengangkat tangannya sama sekali, ketika Nurkholis dan pengacara meninggalkan ruangan tersebut menuju Rutan Jl Merdeka.

Setibanya Nurkholis Rutan Merdeka, puluhan wartawan sudah menanti kedatangannya. Wartawan sempat dilarang masuk, walaupun kemudian diizinkan namun wartawan dilarang mengambil gambar saat bertemu dengan Zarkasih yang terbaring di ruang perawatan Rutan.

Ia hanya berbaring, sementara kondisi fisik Zarkasih jauh menurun dibandingkan ketika ia pertama kali ditahan tanggal 11 Januari lalu. Kakinya terlihat membengkak, bahkan Zarkasih nyaris tidak bisa berjalan sama sekali.

“Kita tetap berusaha agar status penahan Zarkasih dan Hatta ditangguhkan, agar dapat memperoleh tindakan medik secara layak. Ini dijamin oleh hukum,” kata Doak.

Zarkasih adalah Dekan FK Unsri bersama Hatta, dianggap bertanggung jawab atas pengelolaan dana PNPB yang dinilai tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Di antaranya ia disalahkan menyimpan dana FK Unsri di rekening atas namanya.

Keduanya dokter ahli di FK Unsri dan RSMH ini, ditahan sejak 11 Januari lalu. Setelah tiga hari ditahan, kesehatan keduanya langsung memburuk. Kondisi fisik Zarkasih, ia mengalami kesulitan berjalan karena pembengkakan di kaki, akibat komplikasi penyakit jatung, hipertensi, dan sesak napas.

Apakah bila penangguhan penahanan dikabulkan hakim, akan menjadi preseden buruk dalam pemberantasan korupsi? Menurut Nurkholis, penangguhan tidak serta-merta akan menghentikan pemeriksaan kasus tersebut.

“Bukan hanya terdakwa kasus korupsi yang patut dipertimbangkan, sepanjang memenuhi ketentuan hukum untuk ditangguhkan, mengapa penahanan dijadikan target dalam penegakan hukum,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s