Jembatan di Kediri Ambrol, 800 Jiwa Terisolir

Hujan lebat yang mengguyur Kota dan Kabupaten Kediri tidak hanya mengakibatkan bencana banjir. Sebuah jembatan yang menghubungkan 2 dusun di Desa Bulu, Kecamatan Semen terputus, hingga mengakibatkan 800 jiwa warga terisolir.
Informasi yang berhasil dihimpun detiksurabaya.com menyebutkan, jembatan putus berdiri di atas Sungai Nggapuk dan merupakan penghubung Dusun Karangdoro dan Ngawinan. Jembatan dengan panjang 25 meter dan lebar 2 meter tersebut terputus total, setelah pondasi penyangganya amblas.
Untuk 800 jiwa yang terisolir tergabung dalam 200 KK di 5 RT, masing-masing RT 1 – 5, Dusung Ngawinan, Desa Bulu. Aktifitas mereka saat ini terganggu, karena untuk menjalankan aktifitasnya mereka harus berputar menggunakan jalur alternatif sejauh 5 kilometer.
“Kejadiannya sekitar jam 1 malam tadi mas, pas bersamaan dengan hujan lebat,” terang Suroso, Ketua RT 3 Dusun Ngawinan, Desa Bulu, saat ditemui wartawan di lokasi, Rabu (10/3/2010).
Penyebab amblasnya pondasi dan berujung pada putusnya badan jembatan, diakui oleh Suroso, diperkirakan akibat terdapatnya operasional penambangan pasir mekanik di Sungai Brantas, yang tak jauh dari Sungai Nggapuk.
Jembatan di Sungai Nggapuk sendiri dibangun pada kisaran tahun 1990 dan sempat menjalani renovasi pada tahun 2000. “Dulu awal-awal berdirinya jembatan, tambangan pasir mekanik belum banyak jadi aman. Tapi belakangan kan tambah banyak, jadi arus sungai semakin deras,” ujarnya.
Suroso menambahkan, dia dan seluruh warga di lingkungannya berharap Pemerintah Kabupaten Kediri secepatnya melakukan perbaikan pada jembatan Sungai Nggapuk. Hal ini setelah keberadannya dianggap sangat vital untuk menunjang aktivitas warga.
Selain mengakibatkan jembatan putus, di Desa Bulu juga terdapat 1 rumah amblas, yaitu milik Sofiah (60). Bagian dapur dari rumah tersebut amblas dan terseret arus sungai, setelah pondasinya juga tak kuat menahan derasnya arus sungai.

Satu pemikiran pada “Jembatan di Kediri Ambrol, 800 Jiwa Terisolir

  1. batul thu desaku lho…..sy berharap smg pemerintah cepat memperbaikinya….karena itu jalan pintas untuk menuju ke desa lain ” ngawinan” …….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s